Belum lama ini ada pengalaman yang
bisa dibilang cukup menarik sih, soalnya ini tentang memberi dan diberi. Jadi
suatu saat ada seorang nenek yang menggendong anak kecil dan meminta sedekah
didepan pagar rumah, dan langsung tanggapnya seorang pemuda pemilik rumah itu
keluar dan memberikan beberapa uang receh serta dua gelas air mineral satu
untuk neneknya dan satu lagi untuk anak kecil tersebut karena pemuda itu merasa
kasihan terhadap nenek yang sudah tua renta itu menggendong seorang anak kecil
disiang hari yang sanagat panas itu. Tapi baiknya lagi walaupun hanya diberi
dua gelas air mineral, nenek itu mendoakan kepada pemuda itu berbagai macam doa
dan pemuda itu pun hanya bisa mengaamiinin saja doa nenek-nenek itu tadi.
Di lain kisah ketika pemuda itu
pergi ke tempat perbelanjaan bersama bapaknya, dan sebelumnya pun sudah membeli
makanan yang bungkus kertas minyak untuk
disantap saat beduk maghrib tiba. Ketika sekian lama mengelilingi tempat
perbelanjaan itu, pemuda dan bapaknya itu mendengar informasi bahwa waktu
berbuka puasa telah tiba, langsung saja pemuda dan bapaknya itu mencari tempat
duduk yang nyaman untuk menyantap makanan yang telah dibelinya tadi. Tapi
sayang, pemuda itu hanya membawa satu botol air putih saja jadi mau tidak mau
pemuda itu harus berbagi minuman dengan bapaknya. Saat dia menyantap makanan
yang ada ditangannya itu tiba-tiba ada perempuan muda penjual kerudung di
tempat perbelanjaan itu menawarkan air minum untuk pemuda dan bapaknya itu,
namun bapaknya menolak karena dirasa cukup dengan air putih yang dibawa oleh
anaknya. Dan si pemuda sempat terinagat bahwa dia dulu pernah memberikan dengan
ikhlas air mineral kepada orang yang meminta sedekah di depan pagar rumahnya,
maka dia pun berpikiran bahwa saat itulah keikhlasannya memberi air mineral itu
dibalas oleh orang lain yang tidak dikenalnya.
Jadi dengan kata lain, jikalau kita
ikhlas memberikan sesuatu kepada orang lain maka balasan yang kita terima itu
bisa jadi sama dengan apa yang telah kita berikan atau bisa jadi juga lebih
dari apa yang kita berikan pada orang tersebut. Sehingga apabila kita
memberikan sesuatu pada orang lain janganlah ada rasa pamrih atau ingin
mendapat balasan dihati kita, karena suatu saat balasan itu tidak akan pernah
datang selamanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar